Fahmi Nouval

  • Punya Tunggakan Kecil Tak Lagi Jadi Penghalang, Ini Syarat Ajukan KPR Subsidi Meski Ada Catatan SLIK OJK

    Punya Tunggakan Kecil Tak Lagi Jadi Penghalang, Ini Syarat Ajukan KPR Subsidi Meski Ada Catatan SLIK OJK

    Punya Tunggakan Kecil Tak Lagi Jadi Penghalang, Ini Syarat Ajukan KPR Subsidi Meski Ada Catatan SLIK OJK - InfoTerkiniJakarta.com

    Pemerintah resmi membuka pintu yang selama ini tertutup rapat bagi jutaan masyarakat berpenghasilan rendah yang bermimpi memiliki rumah sendiri. Melalui kebijakan terbaru yang diumumkan bersama Otoritas Jasa Keuangan, warga yang memiliki catatan kredit bermasalah di Sistem Layanan Informasi Keuangan atau SLIK OJK senilai di bawah satu juta rupiah kini tidak lagi terhalang untuk mengajukan Kredit Pemilikan Rumah bersubsidi. 

    Kebijakan terobosan ini disambut antusias oleh jutaan masyarakat yang selama bertahun-tahun gagal mengakses program perumahan subsidi hanya karena tercatat memiliki tunggakan kecil di sistem keuangan. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman menegaskan bahwa mulai saat ini catatan kredit hingga Rp1 juta di SLIK tidak lagi menjadi tembok penghalang bagi pengajuan KPR subsidi. 

    Pemerintah dan OJK sepakat melonggarkan aturan ini dengan mempertimbangkan realita lapangan bahwa banyak masyarakat berpenghasilan rendah memiliki tunggakan kecil akibat ketidaktahuan atau kesulitan ekonomi sesaat, bukan karena ketidakmampuan membayar cicilan rumah secara jangka panjang. 

    Adapun syarat yang tetap berlaku antara lain pemohon merupakan warga negara Indonesia, belum pernah memiliki rumah sebelumnya, memenuhi batas penghasilan yang ditetapkan untuk kategori masyarakat berpenghasilan rendah, serta mengajukan permohonan melalui bank penyalur KPR subsidi yang telah ditunjuk resmi oleh pemerintah. 

    Pemerintah berharap kebijakan pelonggaran ini dapat mendorong percepatan penyerapan kuota rumah subsidi yang tersedia, sekaligus mewujudkan mimpi jutaan keluarga Indonesia yang selama ini terpaksa gigit jari karena terganjal aturan yang dinilai terlalu kaku dan tidak berpihak pada kondisi nyata masyarakat kecil.

    Tags: SLIK OJK, KPR subsidi, kredit rumah subsidi, utang macet, kebijakan perumahan

  • Marak Galian Tak Jelas, Pemprov DKI Perketat Pengawasan Proyek Jalan

    Marak Galian Tak Jelas, Pemprov DKI Perketat Pengawasan Proyek Jalan

    Marak Galian Tak Jelas, Pemprov DKI Perketat Pengawasan Proyek Jalan  - InfoTerkiniJakarta.com

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperketat pengawasan terhadap proyek galian jalan menyusul maraknya aktivitas yang tidak memiliki kejelasan izin. Kondisi ini dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat serta berpotensi merusak infrastruktur.

    Dinas terkait menyatakan bahwa sejumlah proyek ditemukan tidak dilengkapi dokumen perizinan yang sesuai. Hal ini menyebabkan sulitnya pengawasan dan berisiko menimbulkan kerusakan jalan.

    Pemprov DKI menegaskan akan melakukan penertiban terhadap proyek yang melanggar aturan. Sanksi administratif hingga penghentian kegiatan akan diterapkan bagi pelanggar.

    Selain itu, pemerintah juga meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan setiap proyek berjalan sesuai ketentuan. Sistem perizinan akan diperketat guna mencegah penyalahgunaan.

    Masyarakat diimbau untuk melaporkan aktivitas galian yang mencurigakan kepada pihak berwenang. Partisipasi publik dinilai penting dalam mendukung pengawasan.

    Langkah ini diambil untuk menjaga kualitas infrastruktur serta keselamatan pengguna jalan. Galian yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan dan membahayakan.

    Pemprov DKI juga berkomitmen meningkatkan transparansi dalam pelaksanaan proyek. Informasi terkait kegiatan galian akan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.

    Dengan pengawasan yang lebih ketat, diharapkan aktivitas proyek jalan dapat berjalan tertib. Pemerintah berupaya memastikan pembangunan infrastruktur tetap memberikan manfaat tanpa menimbulkan dampak negatif.

    Tags: DKI Jakarta, proyek jalan, galian, pengawasan, infrastruktur

  • PRT Tewas Usai Loncat dari Kos Majikan di Jakpus, Masih Berusia 15 Tahun

    PRT Tewas Usai Loncat dari Kos Majikan di Jakpus, Masih Berusia 15 Tahun

    PRT Tewas Usai Loncat dari Kos Majikan di Jakpus, Masih Berusia 15 Tahun  - InfoTerkiniJakarta.com

    Seorang pekerja rumah tangga berusia 15 tahun ditemukan tewas setelah diduga melompat dari bangunan kos milik majikannya di Jakarta Pusat. Peristiwa ini terjadi pada waktu tertentu dan langsung menjadi perhatian aparat kepolisian.

    Petugas yang menerima laporan segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di sekitar area bangunan, dan jenazah kemudian dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.

    Polisi menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan penyebab kejadian. Sejumlah saksi, termasuk penghuni kos dan pihak terkait, telah dimintai keterangan guna mengungkap kronologi peristiwa.

    Pihak kepolisian juga mendalami latar belakang korban serta hubungan kerja dengan majikan. Informasi ini dinilai penting untuk mengetahui kemungkinan adanya faktor lain yang memicu kejadian tersebut.

    Kasus ini memicu perhatian publik terkait perlindungan terhadap pekerja di bawah umur. Regulasi mengenai ketenagakerjaan menjadi sorotan dalam konteks kejadian ini.

    Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil penyelidikan resmi. Informasi yang tidak terverifikasi dikhawatirkan dapat memperkeruh situasi.

    Dengan proses penyelidikan yang berjalan, aparat berkomitmen mengungkap fakta secara menyeluruh. Hasil akhir diharapkan dapat memberikan kejelasan serta menjadi dasar langkah penanganan selanjutnya.

    Tags: PRT, Jakarta Pusat, remaja, polisi, investigasi

  • Viral Dugaan Pelecehan Sesama Jenis di KRL Jakarta Kota–Bogor, Ini Penjelasan KAI

    Viral Dugaan Pelecehan Sesama Jenis di KRL Jakarta Kota–Bogor, Ini Penjelasan KAI

    Viral Dugaan Pelecehan Sesama Jenis di KRL Jakarta Kota–Bogor, Ini Penjelasan KAI - InfoTerkiniJakarta.com

    Viral di media sosial dugaan pelecehan sesama jenis yang terjadi di dalam KRL rute Jakarta Kota–Bogor. Peristiwa ini memicu perhatian publik dan menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan penumpang di transportasi umum.

    Menanggapi hal tersebut, pihak KAI Commuter memberikan klarifikasi bahwa laporan kejadian telah diterima dan sedang ditindaklanjuti. Petugas disebut telah melakukan penelusuran melalui rekaman kamera pengawas serta meminta keterangan dari pihak terkait.

    KAI Commuter menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan penumpang menjadi prioritas utama. Setiap laporan yang masuk akan diproses sesuai prosedur yang berlaku, termasuk koordinasi dengan aparat penegak hukum jika diperlukan.

    Perusahaan juga mengimbau penumpang untuk segera melaporkan kejadian mencurigakan kepada petugas di lapangan. Fasilitas pelaporan tersedia di setiap stasiun dan di dalam rangkaian kereta.

    Selain itu, KAI Commuter terus meningkatkan pengawasan dengan menambah petugas serta memperkuat sistem keamanan di area operasional. Langkah ini dilakukan untuk mencegah terjadinya tindakan yang merugikan penumpang.

    Pihak terkait juga mengingatkan pentingnya menjaga etika dan saling menghormati di ruang publik. Edukasi kepada pengguna jasa menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan transportasi yang aman.

    Dengan adanya klarifikasi ini, KAI Commuter berharap masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Proses penanganan kasus diharapkan dapat memberikan kejelasan serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap layanan transportasi.

    Tags: KRL, pelecehan, KAI Commuter, keamanan penumpang, transportasi publik