Category: Lingkungan

  • Gunung Slamet Berstatus Waspada, Suhu Kawah Melonjak ke 460 Derajat Celsius dan Radius Aman Diperluas

    Gunung Slamet Berstatus Waspada, Suhu Kawah Melonjak ke 460 Derajat Celsius dan Radius Aman Diperluas

    Gunung Slamet Berstatus Waspada, Suhu Kawah Melonjak ke 460 Derajat Celsius dan Radius Aman Diperluas - InfoTerkiniJakarta.com

    Gunung Slamet di Jawa Tengah kembali menjadi perhatian pada Jumat, 24 April 2026. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Priatin Hadi Wijaya, mencatat lonjakan suhu kawah yang sangat signifikan dan meminta seluruh warga lima kabupaten di sekitar gunung untuk meningkatkan kewaspadaan.

    Hasil citra termal menunjukkan suhu kawah Gunung Slamet naik drastis. Sebelum Maret 2026, suhunya sekitar 280 derajat Celsius, lalu naik ke 418 derajat, dan terbaru sekitar 460 derajat Celsius. “Kondisi ini menunjukkan adanya dinamika di dalam tubuh gunung api sehingga perlu kewaspadaan bersama,” kata Priatin Hadi Wijaya, Kamis, 23 April 2026.

    Selain suhu yang naik, data kegempaan juga menunjukkan aktivitas internal gunung meningkat. Gempa hembusan dan gempa berfrekuensi rendah melonjak tajam, menandakan magma bergerak ke lapisan yang lebih dangkal. Tremor terus-menerus juga menguat, dari amplitudo 0,5 mm menjadi 1 mm, bahkan sempat mencapai 1,5 mm pada 21 April 2026.

    Walaupun situasinya mengkhawatirkan, status Gunung Slamet belum berubah. Saat ini, status aktivitasnya masih di Level II atau Waspada. Kepala Pos Pengamatan Gunung Slamet, Muhammad Rusdi, mengatakan belum ada perubahan rekomendasi, tetapi pemantauan harian tetap dilakukan. “Betul, hasil pengukuran rutin menunjukkan kenaikan suhu kawah,” kata Rusdi.

    Sejak 4 April 2026, PVMBG memperluas radius aman di sekitar kawah puncak Gunung Slamet dari dua menjadi tiga kilometer. Masyarakat dan pengunjung diminta tidak beraktivitas di area itu demi keselamatan. Pemerintah daerah juga diminta memperbarui rencana kontingensi yang sudah dibuat sejak 2021.

    Kepala BPBD Kabupaten Banyumas, Dwi Irawan Sukma, mengatakan pihaknya terus memantau aktivitas vulkanik. “Kami tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, meskipun untuk wilayah Banyumas bagian selatan relatif masih aman,” kata Dwi Irawan di Purwokerto, Senin, 20 April 2026.

    Gunung Slamet, yang tingginya 3.432 meter di atas permukaan laut, berada di wilayah lima kabupaten: Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes. Semua jalur pendakian sudah ditutup sejak 5 April 2026 dan belum ada kepastian kapan akan dibuka lagi.

    Tags: Gunung Slamet waspada 2026, suhu kawah Gunung Slamet 460 derajat, PVMBG Priatin Hadi Wijaya, radius aman Gunung Slamet 3 km, pendakian Slamet ditutup, aktivitas vulkanik Jawa Tengah