
Disutradarai oleh Faisal Reza atau dikenal dengan nama Jeropoint, film ini menghadirkan cerita misteri di balik pembangunan proyek jembatan besar yang dikaitkan dengan hilangnya sejumlah pekerja secara misterius. Trailer resmi film tersebut telah menarik perhatian publik dengan jutaan penayangan di media digital dan menjadi salah satu film horor paling dinantikan tahun ini.
Cerita berpusat pada tokoh Yuda yang diperankan oleh Kiesha Alvaro. Ia berusaha mengungkap penyebab kematian ayahnya yang diduga bukan sekadar kecelakaan kerja biasa. Bersama keluarga, Yuda menyelidiki proyek konstruksi terpencil yang menyimpan berbagai kejadian gaib dan misterius.
Film ini juga dibintangi oleh Callista Arum, Karina Suwandhi, dan Rendy Khrisna. Para pemain disebut menghadirkan nuansa emosional dan ketegangan yang kuat sepanjang cerita.
Proses produksi dilakukan di lokasi proyek jembatan di wilayah Jawa Timur dengan dominasi pengambilan gambar malam hari untuk memperkuat atmosfer horor. Film ini juga menggunakan ratusan efek visual dan desain suara khusus guna menciptakan pengalaman menegangkan bagi penonton.
Sejumlah media yang mengikuti pemutaran awal memberikan respons positif terhadap kualitas film, terutama pada unsur jump scare, alur cerita, dan penggunaan mitos lokal yang dianggap dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Tema tumbal proyek dinilai berhasil menghadirkan ketakutan psikologis yang berbeda dibandingkan film horor pada umumnya.
Penjualan tiket awal juga menunjukkan antusiasme tinggi dari penonton, terutama setelah trailer dan cuplikan film viral di media sosial. Tagar terkait film ini menjadi tren nasional dan memicu banyak perbincangan mengenai mitos tumbal dalam proyek pembangunan besar.
Dengan kombinasi cerita urban legend, atmosfer mencekam, dan produksi berskala besar, Tumbal Proyek diprediksi menjadi salah satu film horor lokal paling menonjol pada 2026. Film ini sekaligus memperlihatkan tren horor Indonesia yang semakin berani mengangkat kisah-kisah mistis berbasis kepercayaan masyarakat lokal.
