
Universitas Bunda Mulia (UBM) menggelar Studium Generale 2026 yang membahas tren tenaga kerja pariwisata global, dengan menghadirkan akademisi dan praktisi industri dalam acara yang berlangsung di Jakarta pada awal Mei 2026.
Kegiatan ini menyoroti perubahan signifikan dalam kebutuhan sumber daya manusia (SDM) sektor pariwisata, terutama setelah pandemi yang mengubah pola perjalanan dan preferensi wisatawan. Para pembicara menekankan pentingnya adaptasi tenaga kerja terhadap perkembangan teknologi dan digitalisasi layanan.
Dalam forum tersebut, dibahas pula meningkatnya permintaan terhadap keterampilan baru, seperti penguasaan platform digital, manajemen pengalaman pelanggan, serta kemampuan komunikasi lintas budaya. Hal ini dinilai penting untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di pasar global.
Selain itu, isu keberlanjutan juga menjadi fokus utama, di mana industri pariwisata didorong untuk mengadopsi praktik ramah lingkungan. Tenaga kerja di sektor ini diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai konsep pariwisata berkelanjutan.
Pihak UBM menyatakan bahwa kegiatan Studium Generale menjadi wadah untuk mempertemukan dunia akademik dengan industri, sehingga mahasiswa dapat memahami kebutuhan nyata di lapangan. Kolaborasi ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang siap kerja dan relevan dengan perkembangan zaman.
Sejumlah pelaku industri juga menyoroti tantangan yang masih dihadapi, seperti ketimpangan keterampilan dan kebutuhan tenaga kerja di berbagai destinasi wisata. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara institusi pendidikan, pemerintah, dan sektor swasta.
Ke depan, tren tenaga kerja pariwisata diperkirakan akan semakin dinamis seiring pemulihan sektor ini secara global. Kegiatan seperti Studium Generale diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menyiapkan SDM yang kompetitif dan adaptif dalam menghadapi perubahan industri.
