Pasca Demo Ricuh, Golkar Desak Kader Pejabat Publik Jauhi Gaya Hidup Mewah

Pasca Demo Ricuh, Golkar Desak Kader Pejabat Publik Jauhi Gaya Hidup Mewah - InfoTerkiniJakarta.com
Pasca Demo Ricuh, Golkar Desak Kader Pejabat Publik Jauhi Gaya Hidup Mewah - InfoTerkiniJakarta.com

Gelombang protes ribuan warga di Kalimantan Timur terhadap Gubernur Rudy Masud akhirnya memantik respons dari pusat. Partai Golkar, partai asal Rudy, bereaksi terbuka. 

Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar M. Sarmuji mengeluarkan instruksi keras kepada seluruh kader yang memegang jabatan publik di seluruh Indonesia agar segera berbenah dan meningkatkan kepekaan sosial.

“Kepada seluruh kader Partai Golkar di jabatan apa pun, baik di parlemen maupun menjadi eksekutif di kementerian, gubernur, bupati, wali kota, kami mengimbau sekaligus memberikan arahan DPP Partai Golkar: ayo kita peka terhadap suasana, ayo kita peka terhadap kondisi masyarakat,” tegas Sarmuji di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Jumat (24/4/2026). 

Ia juga menambahkan bahwa pejabat dari Golkar tidak boleh terkesan berlebihan, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam penggunaan fasilitas jabatan.

Peringatan ini bukan tanpa sebab. Pada 21 April 2026, sekitar 7.000 warga yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur turun ke jalan di Samarinda. 

Mereka menyerbu Gedung DPRD Kaltim dan kantor gubernur, menuntut audit menyeluruh terhadap seluruh kebijakan Pemprov Kaltim dan mendesak penghentian praktik korupsi, kolusi, serta nepotisme.

Penyulut kemarahan publik cukup konkret. Pemprov Kaltim mengalokasikan Rp 8,5 miliar untuk pengadaan mobil dinas jenis Range Rover di tengah seruan efisiensi anggaran nasional. Di saat yang sama, rencana renovasi rumah jabatan gubernur dan wakil gubernur senilai Rp 25 miliar turut menyulut kegeraman. 

Anggaran honorarium tim ahli gubernur sebesar Rp 10,78 miliar untuk sembilan bulan kerja juga tidak luput dari sorotan. Dugaan praktik dinasti politik, di mana beberapa saudara kandung Rudy menduduki posisi strategis di legislatif dan eksekutif Kaltim, memperkeruh suasana.

Aksi sempat berujung ricuh pada malam hari. Ban dibakar, benda dilempar ke arah aparat, dan polisi merespons dengan water cannon. Rudy Masud memilih tidak menemui massa dan meninggalkan kantor gubernur tanpa pernyataan.

Kini publik Kaltim menunggu langkah nyata pemerintah provinsi untuk merespons tuntutan yang belum sepenuhnya terjawab.

Tags: demo Kaltim Rudy Masud, Golkar peka sosial, M Sarmuji Golkar, mobil dinas Range Rover Kaltim, renovasi rumah jabatan Rp 25 miliar, demonstrasi Samarinda April 2026

+ posts

Efelem Efelem adalah seorang penulis kreatif dan penggemar konten dengan minat besar pada gaya hidup, budaya, dan tren terkini. Efelem fokus menyajikan konten yang menarik dan informatif, yang memicu rasa ingin tahu dan membangun koneksi dengan pembaca.