
BOGOR — Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri resmi menggelar pelatihan operator Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) tahun anggaran 2026 sebagai langkah memperkuat sistem penindakan pelanggaran lalu lintas berbasis teknologi. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas penegakan hukum secara nasional yang lebih transparan dan akuntabel.
Kegiatan yang berlangsung di Sentul, Bogor, pada 27–29 April 2026 tersebut diikuti ratusan personel dari berbagai Polda. Para peserta dipersiapkan menjadi operator ETLE yang berperan langsung dalam proses penegakan hukum lalu lintas digital.
Kepala Korlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia menjadi kunci keberhasilan implementasi sistem ETLE. Menurutnya, transformasi digital dalam penegakan hukum harus diiringi peningkatan kompetensi personel agar layanan kepada masyarakat semakin profesional.
Pelatihan ini difokuskan pada fungsi penindakan pelanggaran (Dakgar), mulai dari proses pengambilan data pelanggaran, verifikasi, validasi, hingga penerbitan surat konfirmasi kepada pelanggar. Selain teori, peserta juga mendapatkan praktik langsung agar mampu mengoperasikan sistem secara optimal di lapangan.
Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri Brigjen Faizal menyebut operator ETLE sebagai elemen penting dalam sistem penegakan hukum berbasis elektronik. Ia menilai peningkatan kemampuan teknis dan pemahaman sistem menjadi faktor utama untuk memastikan penindakan berjalan efektif dan tepat sasaran.
Dalam pelatihan ini, Korlantas juga memperkenalkan pengembangan teknologi terbaru, seperti ETLE handheld dan ETLE drone. Kedua perangkat tersebut dirancang untuk meningkatkan fleksibilitas pengawasan dan penindakan pelanggaran lalu lintas, termasuk melalui pemantauan udara secara real time.
Kebijakan Polri saat ini menempatkan ETLE sebagai metode utama dalam penegakan hukum lalu lintas, dengan porsi sekitar 95 persen penindakan dilakukan secara elektronik. Pendekatan ini diharapkan dapat mengurangi interaksi langsung antara petugas dan pelanggar, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem hukum.
Melalui pelatihan ini, Korlantas Polri menargetkan terciptanya standar operasional yang seragam di seluruh Indonesia. Dengan demikian, sistem penegakan hukum berbasis teknologi dapat berjalan lebih konsisten, efisien, dan berkelanjutan.
Selain itu, program ini juga diharapkan mampu mendorong budaya tertib berlalu lintas serta menekan angka pelanggaran dan kecelakaan di jalan.
Tags: Korlantas; ETLE 2026; Polri; Polda; Sentul Bogor
Jesse adalah seorang penulis dan kreator konten yang serbaguna dengan minat besar pada gaya hidup, budaya, dan tren kontemporer. Jesse berusaha menyajikan konten yang menarik dan informatif, dengan tujuan memicu rasa ingin tahu dan percakapan yang bermakna bagi pembaca.