Purbaya: Program MBG di Jawa Tengah Serap 193 Ribu Tenaga Kerja

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah memberikan dampak ekonomi yang signifikan di Jawa Tengah. Hingga pertengahan 2026, program tersebut disebut berhasil menciptakan sekitar 193 ribu lapangan kerja baru seiring meningkatnya aktivitas rantai pasok pangan dan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Purbaya menjelaskan, selain membuka peluang kerja, implementasi MBG di Jawa Tengah juga terus menunjukkan peningkatan jangkauan penerima manfaat. Sampai pertengahan tahun ini, sekitar 9,16 juta masyarakat di provinsi tersebut telah menerima manfaat dari program yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, perluasan cakupan program turut mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi di tingkat daerah.
Ia menyebut kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar untuk mendukung MBG telah menggerakkan berbagai sektor usaha, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, industri pengolahan makanan, hingga jasa distribusi. Kondisi tersebut menciptakan permintaan tenaga kerja baru di berbagai lini sehingga manfaat program tidak hanya dirasakan oleh para penerima makanan bergizi, tetapi juga oleh pelaku ekonomi lokal.
Menurut Purbaya, keberadaan SPPG di berbagai daerah menjadi salah satu faktor yang mempercepat penyerapan tenaga kerja. Unit layanan tersebut membutuhkan tenaga untuk kegiatan produksi, pengolahan makanan, logistik, administrasi, hingga distribusi kepada sekolah dan kelompok penerima manfaat. Dengan semakin bertambahnya jumlah SPPG, kebutuhan tenaga kerja diperkirakan akan terus meningkat.
Pemerintah menilai MBG tidak hanya berfungsi sebagai program peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga sebagai instrumen untuk menggerakkan perekonomian daerah. Melalui keterlibatan petani, peternak, nelayan, pelaku UMKM, serta penyedia jasa logistik, program tersebut diharapkan mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Ke depan, pemerintah berencana terus memperluas pelaksanaan MBG ke berbagai wilayah di Indonesia. Purbaya optimistis peningkatan jumlah penerima manfaat akan diikuti bertambahnya kesempatan kerja dan aktivitas ekonomi di daerah, sehingga program ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga memperkuat pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
