Lo Kheng Hong Tambah Kepemilikan GJTL, Porsi Saham Tembus 6,81 Persen
2 mins read

Lo Kheng Hong Tambah Kepemilikan GJTL, Porsi Saham Tembus 6,81 Persen

Ilustrasi. Foto: Lo Kheng Hong Tambah Kepemilikan GJTL, Porsi Saham Tembus 6,81 Persen

Investor kawakan Lo Kheng Hong kembali meningkatkan kepemilikannya di saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL). Berdasarkan daftar pemegang saham per 30 Juni 2026, porsi kepemilikan investor yang dijuluki “Warren Buffett Indonesia” itu telah mencapai sekitar 6,81 persen, menegaskan keyakinannya terhadap prospek jangka panjang emiten produsen ban tersebut.

Aksi akumulasi tersebut melanjutkan tren pembelian yang telah dilakukan Lo Kheng Hong sejak awal 2026. Sepanjang Februari hingga April, ia tercatat beberapa kali menambah kepemilikan melalui transaksi bertahap di pasar reguler. Strategi pembelian secara konsisten itu membuat porsi saham yang dimilikinya terus meningkat dari kisaran di bawah 6 persen menjadi lebih dari 6,8 persen pada akhir semester pertama tahun ini.

Konsistensi pembelian saham GJTL menunjukkan kepercayaan Lo Kheng Hong terhadap fundamental perusahaan di tengah tantangan industri otomotif dan perlambatan ekonomi global. Gajah Tunggal merupakan salah satu produsen ban terbesar di Indonesia yang memasok produk untuk pasar domestik maupun ekspor. Perseroan juga memiliki lini usaha terintegrasi, mulai dari produksi ban kendaraan penumpang, sepeda motor, truk, hingga berbagai produk berbasis karet.

Dalam beberapa tahun terakhir, Lo Kheng Hong dikenal mengadopsi strategi investasi berbasis nilai (value investing). Ia cenderung mengoleksi saham perusahaan yang dipandang memiliki fundamental kuat, diperdagangkan pada valuasi menarik, dan memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang. GJTL menjadi salah satu emiten yang secara konsisten masuk dalam portofolio investasinya bersama sejumlah saham lain di sektor industri dan konglomerasi.

Meski kinerja keuangan Gajah Tunggal sempat menghadapi tekanan akibat pelemahan permintaan global dan kenaikan biaya produksi, Lo Kheng Hong justru memanfaatkan kondisi tersebut untuk meningkatkan kepemilikan. Langkah tersebut mencerminkan pendekatan investasi jangka panjang yang tidak hanya berfokus pada pergerakan harga saham dalam jangka pendek, tetapi juga pada prospek bisnis perusahaan di masa depan.

Perubahan komposisi kepemilikan investor besar seperti Lo Kheng Hong kerap menjadi perhatian pelaku pasar karena dapat mencerminkan pandangan terhadap nilai intrinsik suatu emiten. Namun, keputusan investasi tetap dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi industri, kinerja perusahaan, serta dinamika ekonomi yang berkembang. Hingga akhir Juni 2026, data kepemilikan menunjukkan Lo Kheng Hong masih terus memperbesar eksposurnya di GJTL, menjadikannya salah satu pemegang saham individu terbesar di perusahaan tersebut.