
Kementerian Perhubungan resmi menetapkan besaran fuel surcharge baru melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 83 Tahun 2026. Berdasarkan pernyataan resmi yang disampaikan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, kebijakan ini menyeragamkan batas atas fuel surcharge menjadi 38 persen, berlaku sama untuk pesawat jet maupun propeler.
Sebelumnya, ketentuan yang berlaku membedakan antara dua jenis pesawat tersebut. Pesawat jet dikenai fuel surcharge sebesar 10 persen, sementara pesawat propeler 25 persen. Dengan KM 83/2026, kedua jenis pesawat kini menggunakan acuan yang sama yakni 38 persen, memberikan kepastian hukum yang lebih sederhana bagi operator dan penumpang.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa dalam pernyataan resminya menegaskan bahwa penyesuaian ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi nyata biaya operasional maskapai yang tertekan oleh kenaikan harga avtur global. Avtur kini menyumbang sekitar 40 persen dari total biaya operasional maskapai, sebuah proporsi yang sangat tinggi dan berdampak langsung pada kemampuan maskapai untuk mempertahankan tarif terjangkau.
Kebijakan ini hadir sebagai paket bersama dengan PMK Nomor 24 Tahun 2026 dari Kemenkeu yang menanggung PPN tiket pesawat kelas ekonomi selama 60 hari. Skema dua kebijakan yang saling melengkapi ini dirancang agar maskapai mendapat ruang menyesuaikan biaya, sementara penumpang terlindungi dari lonjakan harga melalui subsidi pajak.
Kemenhub menegaskan pengawasan terhadap implementasi Tarif Batas Bawah dan Tarif Batas Atas tetap dilakukan secara ketat. Maskapai tidak diperbolehkan menetapkan tarif di luar koridor yang sudah ditetapkan. Pemerintah hadir untuk memastikan keseimbangan antara kepentingan masyarakat dan keberlanjutan usaha maskapai.
Tags: Kemenhub fuel surcharge 38 persen, KM 83 2026 pesawat, tarif tiket pesawat 2026, Lukman Laisa Dirjen Hubud, kebijakan penerbangan domestik, avtur tiket pesawat biaya tambahan, regulasi penerbangan Indonesia 2026
Efelem Efelem adalah seorang penulis kreatif dan penggemar konten dengan minat besar pada gaya hidup, budaya, dan tren terkini. Efelem fokus menyajikan konten yang menarik dan informatif, yang memicu rasa ingin tahu dan membangun koneksi dengan pembaca.
