
JAKARTA — Saham perbankan berkapitalisasi besar atau big banks kompak mengalami tekanan pada perdagangan Senin (27/4/2026) pagi, seiring koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) setelah sempat menguat di awal sesi. Pelemahan ini menyeret sejumlah saham unggulan ke zona merah.
Data perdagangan menunjukkan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat penurunan terdalam di antara bank besar lainnya. Harga saham BBCA turun sekitar 1,65% ke level Rp5.950 per lembar dari sebelumnya Rp6.050.
Tekanan juga terjadi pada saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang melemah 1,33% ke posisi Rp4.440 per saham. Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) terkoreksi 0,80% ke level Rp3.740, setelah sempat dibuka lebih tinggi pada awal perdagangan.
Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) turut mengalami penurunan meski lebih terbatas, yakni sekitar 0,33% ke posisi Rp3.060 per saham. Di luar bank besar, saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) justru mencatat koreksi lebih dalam hingga 1,79%, sementara PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) turun sekitar 1,06%.
Pelemahan ini terjadi di tengah pergerakan IHSG yang sempat berbalik arah ke zona negatif. Indeks tercatat turun tipis sekitar 0,18% ke level 7.115,49, setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi di 7.230 pada pembukaan perdagangan.
Kondisi ini mencerminkan tekanan yang masih membayangi sektor perbankan, yang selama ini menjadi penopang utama IHSG. Dalam beberapa waktu terakhir, saham bank besar kerap menjadi sasaran aksi jual, terutama oleh investor asing, yang memicu volatilitas pasar.
Sejumlah analis menilai pelemahan saham perbankan dipengaruhi kombinasi faktor global dan domestik, termasuk kekhawatiran perlambatan ekonomi, potensi kenaikan risiko kredit, serta dinamika suku bunga.
Meski demikian, koreksi yang terjadi belum tentu mencerminkan perubahan fundamental sektor perbankan. Sebagian pelaku pasar melihat kondisi ini sebagai penyesuaian jangka pendek setelah periode penguatan sebelumnya.
Ke depan, pergerakan saham perbankan diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh arus modal asing, kebijakan moneter global, serta kondisi makroekonomi dalam negeri. Investor pun diimbau mencermati sentimen pasar secara cermat sebelum mengambil keputusan.
Tags: Saham bank; IHSG; BEI; Big Banks; Saham turun
Jesse adalah seorang penulis dan kreator konten yang serbaguna dengan minat besar pada gaya hidup, budaya, dan tren kontemporer. Jesse berusaha menyajikan konten yang menarik dan informatif, dengan tujuan memicu rasa ingin tahu dan percakapan yang bermakna bagi pembaca.
