Cadangan Devisa RI Susut Rp23 Triliun dalam Sebulan, BI Gunakan untuk Bayar Utang dan Stabilkan Rupiah
2 mins read

Cadangan Devisa RI Susut Rp23 Triliun dalam Sebulan, BI Gunakan untuk Bayar Utang dan Stabilkan Rupiah

Posisi cadangan devisa Indonesia kembali mengalami penurunan pada Mei 2026. Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa turun menjadi sekitar 144,9 miliar dollar AS dari posisi 146,2 miliar dollar AS pada April 2026. Jika dikonversi ke rupiah, penurunan tersebut setara dengan sekitar Rp23 triliun dalam kurun satu bulan. 

Penurunan cadangan devisa terjadi di tengah upaya pemerintah memenuhi kewajiban pembayaran utang luar negeri sekaligus langkah Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang menghadapi tekanan akibat ketidakpastian pasar keuangan global. Faktor tersebut menjadi penyebab utama berkurangnya aset devisa negara dalam beberapa bulan terakhir. 

Bank Indonesia menjelaskan penggunaan cadangan devisa untuk stabilisasi rupiah merupakan bagian dari strategi menjaga stabilitas makroekonomi nasional. Ketika tekanan terhadap mata uang domestik meningkat, bank sentral biasanya melakukan intervensi di pasar valas dengan memanfaatkan cadangan devisa yang dimiliki. 

Selain intervensi pasar, pembayaran utang luar negeri pemerintah juga berkontribusi terhadap penurunan posisi devisa. Kewajiban tersebut harus dipenuhi untuk menjaga kredibilitas fiskal dan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.

Meski mengalami penurunan, posisi cadangan devisa Indonesia masih berada pada level yang dinilai aman. BI menyebut cadangan saat ini setara dengan sekitar 5,6 bulan kebutuhan impor atau 5,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka tersebut masih jauh di atas standar kecukupan internasional yang umumnya berada di kisaran tiga bulan impor. 

Pengamat ekonomi menilai tren penurunan cadangan devisa perlu terus dicermati karena terjadi bersamaan dengan tekanan terhadap rupiah dan meningkatnya ketidakpastian global. Namun selama posisi cadangan masih berada pada level memadai, ketahanan sektor eksternal Indonesia dinilai tetap terjaga. 

Ke depan, Bank Indonesia optimistis cadangan devisa akan tetap mampu menopang stabilitas ekonomi nasional. Optimisme tersebut didukung prospek arus modal asing yang masih masuk serta keyakinan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia.