BKPM Ungkap Hambatan Terbesar Investasi di Indonesia
2 mins read

BKPM Ungkap Hambatan Terbesar Investasi di Indonesia

Ilustrasi. Foto: BKPM Ungkap Hambatan Terbesar Investasi di Indonesia

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang masih membayangi iklim investasi Indonesia adalah tingginya nilai Incremental Capital Output Ratio (ICOR), indikator yang mencerminkan tingkat efisiensi investasi dalam menghasilkan pertumbuhan ekonomi. Menurut pemerintah, angka ICOR Indonesia masih relatif tinggi dibanding sejumlah negara pesaing di kawasan.

Tingginya ICOR menunjukkan bahwa investasi yang masuk membutuhkan modal lebih besar untuk menghasilkan tambahan pertumbuhan ekonomi. Kondisi tersebut dinilai menjadi pekerjaan rumah penting karena dapat memengaruhi daya tarik Indonesia di mata investor global yang mencari negara dengan tingkat efisiensi investasi yang lebih baik.

Meski demikian, pemerintah menegaskan minat investor terhadap Indonesia masih cukup kuat. Hal itu tercermin dari realisasi investasi yang terus tumbuh dan pencapaian target investasi nasional yang tetap terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menjelaskan bahwa perbaikan efisiensi investasi menjadi salah satu fokus utama pemerintah. Langkah tersebut dilakukan melalui penyederhanaan perizinan, percepatan pembangunan infrastruktur, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk mendukung kebutuhan industri.

Selain persoalan efisiensi, pemerintah juga terus mendorong hilirisasi sebagai strategi utama meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional. Sektor hilirisasi masih menjadi salah satu kontributor terbesar terhadap realisasi investasi, terutama pada industri pengolahan sumber daya alam dan sektor energi.

Data BKPM menunjukkan realisasi investasi pada triwulan pertama 2026 tetap berada di jalur positif dan berhasil menyerap ratusan ribu tenaga kerja baru. Singapura, China, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat masih menjadi sumber investasi utama bagi Indonesia.

Pemerintah optimistis berbagai reformasi yang sedang dijalankan akan membantu menurunkan biaya ekonomi dan meningkatkan produktivitas investasi. Dengan demikian, investasi yang masuk tidak hanya bertambah secara nominal, tetapi juga mampu memberikan dampak yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Ke depan, BKPM menargetkan peningkatan kualitas investasi melalui proyek-proyek yang memiliki nilai tambah tinggi, mendukung hilirisasi, serta memperkuat transformasi ekonomi nasional. Langkah tersebut diharapkan dapat membuat Indonesia semakin kompetitif dalam persaingan menarik investasi global.