5 Calon Manajer Kopdes Meninggal, Menhan Perintahkan Evaluasi Menyeluruh Aspek Kesehatan
2 mins read

5 Calon Manajer Kopdes Meninggal, Menhan Perintahkan Evaluasi Menyeluruh Aspek Kesehatan

5 Calon Manajer Kopdes Meninggal, Menhan Perintahkan Evaluasi Menyeluruh Aspek Kesehatan
Ilustrasi. Foto: 5 Calon Manajer Kopdes Meninggal, Menhan Perintahkan Evaluasi Menyeluruh Aspek Kesehatan

Kementerian Pertahanan (Kemhan) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan latihan dasar kemiliteran (Latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) dan Koperasi Kampung Nelayan setelah jumlah peserta yang meninggal dunia bertambah menjadi lima orang. Menteri Pertahanan memerintahkan peninjauan ulang, terutama pada aspek pemeriksaan kesehatan, pengawasan medis, dan mekanisme penanganan peserta selama pelatihan berlangsung.

Evaluasi tersebut dilakukan menyusul bertambahnya korban meninggal yang berasal dari sejumlah satuan pendidikan TNI di berbagai daerah. Kementerian Pertahanan menegaskan seluruh peserta sebenarnya telah melalui tahapan seleksi, termasuk pemeriksaan kesehatan sesuai prosedur sebelum dinyatakan layak mengikuti program. Namun, setiap peserta memiliki kondisi medis yang berbeda sehingga diperlukan kajian lebih mendalam terhadap pelaksanaan latihan maupun sistem pemantauan kesehatan selama pendidikan berlangsung.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Pertahanan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia menjelaskan bahwa seluruh korban telah memperoleh penanganan medis sesuai prosedur, baik di fasilitas kesehatan militer maupun rumah sakit rujukan. Berdasarkan hasil pemeriksaan tenaga medis, penyebab meninggalnya para peserta tidak sama, mulai dari henti jantung, heat stroke, hingga kondisi medis lain yang berkembang saat menjalani pelatihan.

Selain mengevaluasi pemeriksaan kesehatan awal, Kemhan juga akan menelaah pola pengawasan selama kegiatan fisik berlangsung. Penanganan terhadap peserta yang menunjukkan gejala gangguan kesehatan menjadi salah satu aspek yang akan diperkuat agar risiko serupa dapat diminimalkan pada pelaksanaan berikutnya. Pemerintah menegaskan keselamatan peserta menjadi prioritas utama dalam seluruh rangkaian program SPPI yang disiapkan untuk mendukung pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih.

Di sisi lain, koordinasi dengan panitia seleksi nasional dan penyelenggara pendidikan terus dilakukan untuk memastikan seluruh proses evaluasi berjalan menyeluruh. Hasil evaluasi nantinya akan menjadi dasar penyempurnaan standar operasional, termasuk prosedur seleksi kesehatan, sistem pelaporan kondisi peserta, hingga kesiapan fasilitas medis di setiap lokasi pelatihan.

Pemerintah juga memastikan pendampingan terhadap keluarga korban tetap dilakukan. Kemhan menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya lima peserta tersebut dan berkomitmen memberikan penanganan sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara itu, pelaksanaan program akan terus dikaji berdasarkan hasil evaluasi agar tujuan peningkatan kapasitas sumber daya manusia tetap dapat berjalan dengan mengedepankan aspek keselamatan dan kesehatan peserta.