Pelaku Pembunuhan TNI di Tangsel Berjumlah 9 Orang
2 mins read

Pelaku Pembunuhan TNI di Tangsel Berjumlah 9 Orang

Ilustrasi. Foto: TNI AD Sebut Pelaku Pembunuhan Prajurit di Tangsel Berjumlah 9 Orang

TNI Angkatan Darat (TNI AD) mengungkapkan bahwa pelaku pengeroyokan yang berujung pada tewasnya seorang prajurit di wilayah Tangerang Selatan (Tangsel) diduga berjumlah sembilan orang. Saat ini, aparat kepolisian bersama TNI masih memburu pelaku lain yang diduga terlibat dalam aksi tersebut setelah empat orang lebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka.

Korban diketahui merupakan Prada Arif Budi Sampurna (ABS), anggota Kodam XVII/Cenderawasih yang sedang menjalankan tugas membantu Kantor Perwakilan Kodam XVII/Cenderawasih di Jakarta. Peristiwa itu terjadi setelah korban terlibat perselisihan dengan sekelompok orang yang kemudian berujung pada aksi pengeroyokan dan penusukan.

TNI Ungkap Jumlah Pelaku

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto mengatakan hasil pendalaman sementara menunjukkan ada sembilan orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan terhadap korban.

Menurutnya, delapan orang lain yang sempat diperiksa sebagai saksi telah dipulangkan karena penyidik tidak menemukan keterlibatan mereka dalam tindak pidana tersebut. TNI juga terus berkoordinasi dengan Polres Tangerang Selatan dan Polda Metro Jaya dalam mengusut kasus tersebut.

Empat Tersangka Sudah Diamankan

Sejauh ini, polisi telah menangkap empat orang yang diduga terlibat langsung dalam pembunuhan Prada Arif. Masing-masing tersangka memiliki peran berbeda, mulai dari mengejar korban, melakukan pemukulan, hingga menusuk korban menggunakan senjata tajam.

Salah satu pelaku penusukan menyerahkan diri kepada aparat setelah tiga tersangka lainnya lebih dulu diamankan. Polisi menyatakan seluruh tersangka merupakan warga sipil dan tidak saling mengenal dengan korban sebelum kejadian.

Korban Alami Luka Tusuk

Berdasarkan hasil penyelidikan, korban ditemukan tergeletak di Jalan Raya Pondok Hijau Golf, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, pada Minggu (19/7) pagi.

Hasil pemeriksaan menunjukkan korban mengalami sekitar 10 luka tusuk di sejumlah bagian tubuh. Luka-luka tersebut diduga menjadi penyebab meninggalnya korban setelah aksi pengeroyokan berlangsung.

TNI Serahkan Proses Hukum ke Kepolisian

Karena seluruh pelaku merupakan warga sipil, TNI menyerahkan penanganan perkara kepada kepolisian. Meski demikian, institusi TNI memastikan akan terus mengawal proses hukum hingga tuntas.

Koordinasi antara TNI dan Polri juga terus dilakukan untuk membantu penyelidikan serta mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Penyidikan Masih Berlanjut

Penyidik masih mendalami peran masing-masing pelaku sekaligus memburu terduga lain yang belum diamankan. Polisi juga terus mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi guna melengkapi berkas perkara.

Aparat berharap seluruh pihak yang terlibat dapat segera ditangkap sehingga proses hukum dapat berjalan secara menyeluruh sesuai ketentuan yang berlaku.