
JAKARTA, INFO TERKINI JAKARTA – Kondisi di sekitar kawasan Monumen Nasional (Monas) dan Bundaran Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat, terpantau dijaga ketat oleh ribuan aparat keamanan gabungan TNI-Polri pada Kamis pagi (27/8/2026). Penjagaan berlapis ini dilakukan guna mengawal jalannya aksi unjuk rasa serentak yang diinisiasi oleh berbagai elemen koalisi masyarakat sipil, mahasiswa, dan aliansi buruh.
Aparat telah bersiaga di seluruh penjuru silang Monas sejak pagi hari. Pengamanan difokuskan untuk menjaga stabilitas ketertiban umum di sekitar ring utama pusat pemerintahan serta mengantisipasi potensi kepadatan arus kendaraan yang melintasi jalan protokol sekitar Monas.
Penjagaan Ketat Personel Gabungan TNI-Polri di Silang Monas
Sejak pukul 07.30 WIB, ribuan personel gabungan dari Polda Metro Jaya, unsur TNI Kodam Jaya, Satpol PP, hingga petugas Dishub DKI Jakarta telah menggelar apel kesiapan pengamanan di pelataran Monas. Personel kepolisian berseragam lengkap disebar merata di setiap gerbang masuk silang Monas dan titik simpul pedestrian.
Aparat keamanan disiagakan untuk memfasilitasi penyampaian pendapat di muka umum agar berlangsung tertib, aman, dan damai.
Petugas kepolisian wanita (Polwan) dan tim negosiator turut ditempatkan di barisan depan sebagai wujud pendekatan humanis dalam meredam potensi ketegangan di lapangan.
Pemeriksaan tas dan barang bawaan dilakukan secara selektif di sekitar pintu masuk kawasan guna mencegah masuknya benda-benda berbahaya.
Pemasangan Kawat Berduri dan Kesiapan Kendaraan Taktis
Di ruas Jalan Medan Merdeka Barat yang mengarah ke Istana Kepresidenan, aparat kepolisian telah membentangkan gulungan kawat berduri (security barrier) setinggi dua meter. Barikade kawat berduri tersebut dipadukan dengan susunan pagar beton (Moveable Concrete Barrier/MCB) tepat di depan Gedung Sapta Pesona dan Patung Kuda.
Penempatan barikade pembatas ini bertujuan menyekat area demonstrasi agar konsentrasi massa tetap berada di zona aman penyampaian aspirasi.
Sejumlah armada taktis kepolisian, seperti mobil meriam air (water cannon), kendaraan lapis baja Barracuda, dan mobil komando pengurai massa (Raisa), disiagakan di balik barikade beton.
Mobil ambulans medis darurat dari Biddokkes Polda Metro Jaya dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta turut terparkir di lokasi untuk memberikan pertolongan pertama jika terjadi kondisi darurat kesehatan.
Kondisi Arus Lalu Lintas dan Skema Rekayasa Jalan Sekitar Monas
Kondisi arus lalu lintas di sekitar Patung Kuda dan Jalan MH Thamrin pada Kamis pagi terpantau masih mengalir ramai lancar dengan pengawasan ketat petugas kepolisian lalu lintas (Polantas). Namun, seiring meningkatnya konsentrasi massa aksi menjelang siang hari, Ditlantas Polda Metro Jaya telah menyiapkan skema rekayasa pengalihan jalan secara situasional:
- Arus dari Bundaran HI menuju Patung Kuda: Kendaraan dialihkan ke arah Jalan Kebon Sirih atau diarahkan berbelok ke Jalan Wahid Hasyim menuju kawasan Tanah Abang.
- Arus dari arah Harmoni/Juanda menuju Monas: Kendaraan diarahkan lurus ke Jalan Juanda, berbelok ke Jalan Suryopranoto, atau melintasi Jalan Medan Merdeka Timur.
- Arus di Jalan Medan Merdeka Selatan: Akses kendaraan dari arah Tugu Tani menuju Patung Kuda disesuaikan dengan volume kerumunan massa di depan Balai Kota DKI Jakarta.
- Layanan Transportasi Publik: Operasional bus Transjakarta Koridor 1 (Blok M – Kota) beroperasi dengan penyesuaian rute situasional jika terjadi penutupan jalur busway di Jalan Medan Merdeka Barat.
Imbauan Kamtibmas dan Keselamatan Pengguna Jalan
Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh peserta unjuk rasa untuk senantiasa mematuhi batas waktu penyampaian aspirasi sesuai aturan perundang-undangan dan tidak terprovokasi oleh aksi anarkistis. Koordinator aksi diminta mengendalikan massanya agar tetap menjaga fasilitas publik serta taman kota di sekitar kawasan Monas.
Masyarakat umum pengguna jalan yang hendak beraktivitas di pusat kota disarankan untuk menghindari area lingkar Monas dan mencari rute alternatif.
Penggunaan moda transportasi umum berbasis rel seperti MRT Jakarta dan KRL Commuter Line disarankan guna menghindari potensi hambatan kemacetan lalu lintas darat.
Aparat keamanan berkomitmen menjaga situasi ibu kota tetap kondusif sehingga aktivitas ekonomi dan perkantoran di sekitar kawasan pusat bisnis tetap berjalan lancar.
Kesiapsiagaan personel gabungan TNI-Polri dan penerapan rekayasa lalu lintas di kawasan Monas menjelang aksi 27 Agustus mencerminkan komitmen aparat dalam mengawal dinamika demokrasi secara profesional dan humanis. Melalui koordinasi pengamanan yang matang, ketertiban dari para pengunjuk rasa, serta kehati-hatian masyarakat pengguna jalan, seluruh rangkaian aksi penyampaian aspirasi di ibu kota diharapkan dapat berlangsung damai, tertib, dan kondusif.
