Marinir Uji Fungsi Roket 122 Mm Buatan Serbia di Baluran, Pastikan Kesiapan Tempur

Marinir Uji Fungsi Roket 122 Mm Buatan Serbia di Baluran, Pastikan Kesiapan Tempur
Ilustrasi. Foto: Marinir Uji Fungsi Roket 122 Mm Buatan Serbia di Baluran, Pastikan Kesiapan Tempur

Korps Marinir TNI Angkatan Laut menggelar uji fungsi amunisi roket kaliber 122 milimeter buatan Serbia di Pusat Latihan Pertempuran Korps Marinir (Puslatpurmar) 5 Baluran, Karangtekok, Situbondo, Jawa Timur. Pengujian dilakukan untuk memastikan amunisi memenuhi standar fungsi dan kelayakan sebelum digunakan dalam mendukung kebutuhan operasional satuan.

Kepala Staf Korps Marinir (Kas Kormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Suherlan menyaksikan langsung rangkaian pengujian pada Sabtu (11/7/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Laboratorium Induk Senjata TNI Angkatan Laut (Labinsenal) dengan melibatkan Batalyon Roket 2 Marinir sebagai unsur pelaksana penembakan.

Sebelum penembakan dilakukan, Suherlan bersama rombongan menerima paparan mengenai prosedur pengujian dari Kepala Labinsenal Kolonel Laut (E) Aab Abdul Wahab. Paparan teknis mengenai pelaksanaan penembakan juga disampaikan oleh Komandan Batalyon Roket 2 Marinir.

Uji fungsi kemudian dilakukan melalui serangkaian penembakan roket kaliber 122 mm. Amunisi yang ditembakkan dilaporkan berhasil mencapai dan meledak di daerah sasaran. Hasil penembakan selanjutnya dievaluasi untuk menilai fungsi dan kelayakan amunisi sebagai bagian dari kesiapan material tempur Korps Marinir.

Pengujian tersebut berkaitan dengan amunisi untuk sistem Multiple Launch Rocket System (MLRS) Vampire. Sebelumnya, delegasi Korps Marinir juga telah melakukan pengujian munisi kaliber 122 mm di Serbia pada Februari 2026 sebagai bagian dari proses memastikan kualitas dan kemampuan amunisi.

Suherlan menegaskan uji fungsi menjadi tahapan penting untuk memastikan kesiapan sistem persenjataan dan material tempur yang digunakan Korps Marinir. Pengujian dibutuhkan agar amunisi yang akan mendukung operasi satuan dapat dipastikan berfungsi dan memenuhi aspek kelayakan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat Korps Marinir dan TNI AL, termasuk Komandan Kolatmar Brigadir Jenderal TNI (Mar) Agus Dwi Laksana Putra serta Kepala Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Denny Hotler Bachtera.

Uji fungsi di Baluran menjadi bagian dari upaya TNI AL menjaga kesiapan alat utama sistem persenjataan. Melalui pengujian langsung di lapangan, Korps Marinir dapat mengevaluasi performa amunisi sekaligus memastikan sistem persenjataan siap digunakan untuk mendukung pelaksanaan tugas operasional.