Tak Hanya Indonesia, Turki Juga Disorot MSCI soal Transparansi dan Kualitas Informasi Pasar

Sorotan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap transparansi pasar modal ternyata tidak hanya mengarah ke Indonesia. Dalam laporan aksesibilitas pasar global terbaru, lembaga penyedia indeks tersebut juga memberikan catatan terhadap Turki terkait kualitas informasi dan keterbukaan pasar yang dinilai masih menjadi perhatian investor internasional.
Perbandingan antara Indonesia dan Turki mencuat setelah MSCI merilis evaluasi tahunan yang menilai berbagai aspek aksesibilitas pasar modal di sejumlah negara. Bagi Indonesia, perhatian utama tertuju pada transparansi struktur kepemilikan saham, perilaku perdagangan yang dinilai dapat memengaruhi pembentukan harga secara wajar, serta keterbatasan informasi yang tersedia bagi investor global. Sementara itu, Turki juga menerima catatan terkait keterbukaan informasi dan sejumlah aspek yang memengaruhi kenyamanan investor asing dalam mengakses pasar domestiknya.
Meski sama-sama mendapat sorotan, posisi kedua negara tidak sepenuhnya identik. Indonesia masih berhasil mempertahankan status sebagai emerging market dalam evaluasi terbaru MSCI. Keputusan tersebut dianggap penting karena status itu menjadi salah satu faktor yang diperhatikan investor institusi global dalam menempatkan dana mereka di berbagai negara berkembang.
MSCI menjelaskan bahwa masalah transparansi menjadi perhatian karena berpengaruh terhadap kemampuan investor menilai kepemilikan saham, tingkat free float, hingga proses pembentukan harga di pasar. Lembaga tersebut juga menyoroti bahwa informasi pasar yang rinci tidak selalu tersedia dalam bahasa Inggris, sehingga dapat membatasi akses investor internasional terhadap data yang diperlukan dalam pengambilan keputusan investasi.
Dalam beberapa bulan terakhir, regulator dan pelaku pasar Indonesia telah meluncurkan berbagai reformasi untuk menjawab kekhawatiran tersebut. Langkah yang ditempuh antara lain peningkatan ketentuan free float minimum, penguatan keterbukaan kepemilikan saham, serta upaya memperbaiki tata kelola pasar modal. Reformasi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa banyak pelaku pasar memperkirakan Indonesia tetap mampu mempertahankan status emerging market.
Meski ancaman penurunan status berhasil dihindari, laporan MSCI menunjukkan bahwa pekerjaan rumah terkait transparansi dan tata kelola belum sepenuhnya selesai. Baik Indonesia maupun Turki diperkirakan masih akan berada dalam pengawasan investor global hingga perbaikan yang lebih menyeluruh dapat dibuktikan dalam praktik pasar sehari-hari.
