PDIP Minta Sistem SPPG Dievaluasi, Usulkan Kantin Sekolah Dilibatkan dalam Program MBG

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mendorong pemerintah meninjau kembali pola pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini bertumpu pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Menurut PDIP, pemberdayaan kantin sekolah dapat menjadi alternatif yang lebih efektif untuk menjaga kualitas makanan sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam program tersebut.
Usulan itu muncul di tengah berbagai evaluasi terhadap pelaksanaan MBG yang dalam beberapa bulan terakhir menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kapasitas produksi dapur, distribusi makanan, hingga pengawasan kualitas pangan. PDIP menilai sistem yang terlalu terpusat pada SPPG berpotensi menciptakan rantai distribusi yang panjang dan menyulitkan pengendalian mutu makanan yang diterima siswa.
Politikus PDIP Adian Napitupulu menilai sekolah sebenarnya telah memiliki infrastruktur dasar yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung program MBG. Kantin yang selama ini beroperasi di lingkungan sekolah dinilai bisa diberdayakan menjadi bagian dari ekosistem penyediaan makanan bergizi bagi peserta didik. Dengan model tersebut, proses penyediaan makanan dianggap lebih dekat dengan penerima manfaat sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha kecil di sekitar sekolah.
Menurut PDIP, pelibatan kantin sekolah juga berpotensi meningkatkan efisiensi anggaran. Selain mengurangi biaya distribusi, mekanisme tersebut memungkinkan pengawasan kualitas makanan dilakukan secara lebih langsung oleh pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat setempat. Model ini dinilai dapat memperkuat akuntabilitas sekaligus mengurangi risiko masalah yang kerap muncul dalam sistem yang berskala besar.
Wacana evaluasi SPPG sendiri bukan kali pertama muncul. Sebelumnya sejumlah pihak mengusulkan peninjauan terhadap kapasitas dapur MBG dan tata kelola distribusi makanan guna memastikan program berjalan sesuai tujuan. Pemerintah juga telah melakukan penangguhan terhadap ribuan SPPG yang dinilai belum memenuhi standar operasional sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan.
Meski memberikan kritik terhadap mekanisme pelaksanaan, PDIP menegaskan dukungannya terhadap tujuan utama Program Makan Bergizi Gratis. Partai tersebut menilai peningkatan kualitas gizi anak merupakan agenda penting yang harus terus dijalankan. Karena itu, yang perlu diperbaiki bukan tujuan programnya, melainkan sistem pelaksanaan agar manfaat yang diterima masyarakat semakin optimal dan berkelanjutan.
Ke depan, usulan pemberdayaan kantin sekolah diperkirakan akan menjadi salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan dalam evaluasi program MBG. Selain mendekatkan layanan kepada siswa, pendekatan tersebut juga dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui keterlibatan pelaku usaha kecil dan menengah di lingkungan pendidikan.
