Pramono Targetkan 100 Persen Air Bersih Jakarta 2029

PRAMONO
PRAMONO
Ilustrasi. Foto: Pramono Targetkan Akses Air Bersih Jakarta 100 Persen di 2029

JAKARTA, INFO TERKINI JAKARTA – Pramono Anung menegaskan komitmen kuat untuk menuntaskan cakupan layanan air bersih perpipaan hingga mencapai 100 persen bagi seluruh warga DKI Jakarta pada tahun 2029 pada Sabtu (29/8/2026). Target ambisius ini dicanangkan guna menjamin pemenuhan kebutuhan dasar air minum yang higienis serta menghentikan ancaman penurunan muka tanah (land subsidence) yang terus membayangi wilayah pesisir ibu kota.

Percepatan penyediaan air perpipaan ini akan digerakkan melalui sinergi intensif antara Pemprov DKI Jakarta, Perumda PAM Jaya, dan pemerintah pusat. Pembangunan infrastruktur transmisi air bersih dipacu untuk menjangkau kawasan-kawasan permukiman padat dan daerah pelosok yang selama puluhan tahun belum teraliri air PAM.

Pasokan SPAM Regional Jadi Tulang Punggung Target 100 Persen

Guna mencapai target cakupan 100 persen pada 2029, Jakarta mengandalkan penambahan debit pasokan air curah dari sejumlah proyek strategis Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional. Pengoperasian penuh SPAM Jatiluhur I dan SPAM Karian-Serpong serta optimalisasi SPAM Buaran III dan SPAM Pesanggrahan diproyeksikan menambah kapasitas pasokan air bersih hingga lebih dari 11.000 liter per detik (lps).

Tambahan suplai air baku ini menjadi modal utama PAM Jaya untuk memperluas penetrasi sambungan rumah tangga di lima wilayah kota administrasi secara merata.

Pemerintah daerah terus mengawal penyelesaian jaringan pipa transmisi dari fasilitas instalasi pengolahan air (IPA) regional langsung menuju reservoir-reservoir utama di Jakarta.

Dengan ketersediaan pasokan air curah yang melimpah, keterbatasan kapasitas produksi yang dahulu menjadi kendala utama distribusi air kini dapat teratasi secara bertahap.

Menghentikan Eksploitasi Air Tanah demi Cegah Penurunan Tanah Jakarta

Akses air bersih perpipaan 100 persen menjadi instrumen kebijakan vital untuk menyelamatkan masa depan lingkungan Jakarta dari ancaman banjir rob dan tenggelamnya daratan pesisir. Tingginya pengambilan air tanah (deep well) oleh gedung-gedung komersial dan rumah tangga selama ini menjadi faktor utama penyebab amblasnya kontur tanah di Jakarta Utara dan Jakarta Barat.

Melalui ketersediaan air PAM yang mengalir stabil 24 jam dengan tekanan yang memadai, Pemprov DKI dapat menerapkan regulasi pelarangan penggunaan air tanah secara tegas dan tanpa pengecualian.

“Penyediaan air perpipaan bukan hanya soal bisnis air minum, melainkan langkah penyelamatan Jakarta dari ancaman land subsidence. Target 2029 harus terealisasi agar kita bisa menyetop total penyedotan air tanah,” tegas Pramono, Sabtu (29/8/2026).

Pemberlakuan zona bebas air tanah akan diberlakukan secara bertahap seiring dengan rampungnya sambungan pipa PAM di setiap ruas jalan.

Pemasangan Jaringan Pipa Masif dan Subsidi Sambungan bagi Warga MBR

PAM Jaya ditugaskan untuk menyelesaikan pemasangan pipa distribusi baru sepanjang lebih dari 7.000 kilometer hingga tahun 2029. Pembangunan difokuskan pada kantong-kantong permukiman padat penduduk, kawasan perkampungan kumuh, serta kawasan pesisir seperti Marunda, Kalideres, Kamal Muara, dan Semanan yang selama ini kerap membeli air jeriken mahal dari pedagang keliling.

Untuk memastikan keadilan akses, Pemprov DKI menyiapkan skema subsidi tarif air dan pembebasan biaya instalasi sambungan baru (zero installation cost) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Langkah afirmasi ini memastikan bahwa seluruh warga Jakarta, tanpa memandang tingkat ekonomi, berhak menikmati air bersih berkualitas siap minum dengan tarif yang sangat terjangkau.

Bagi wilayah kepulauan, teknologi penyulingan air laut berbasis Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) terus ditingkatkan kapasitasnya untuk melayani pulau-pulau permukiman di Kepulauan Seribu.

Digitalisasi Pemantauan dan Penurunan Tingkat Kebocoran Air (NRW)

Selain memperbanyak sambungan baru, modernisasi infrastruktur perpipaan tua menjadi pilar penting dalam roadmap pencapaian target 2029. Pemprov DKI mendorong revitalisasi pipa-pipa distribusi lawas guna menekan angka kehilangan air akibat kebocoran teknis maupun pencurian air (Non-Revenue Water/NRW).

PAM Jaya mengimplementasikan teknologi sensor pintar berbasis IoT (smart metering) dan sistem kendali terpusat (SCADA) untuk mendeteksi titik kebocoran pipa secara otomatis dalam hitungan menit.

Penurunan rasio NRW dari kisaran 40 persen menuju standar internasional di bawah 25 persen akan menghemat jutaan kubik air bersih yang dapat dialokasikan langsung ke pelanggan baru.

Transformasi layanan pelanggan secara digital juga diperkuat agar setiap aduan gangguan aliran air dapat direspons oleh tim teknis secara cepat dan terukur.

Target pencapaian akses air bersih perpipaan 100 persen di Jakarta pada tahun 2029 yang dicanangkan Pramono menjadi tonggak transformasi sanitasi dan lingkungan hidup di ibu kota. Melalui integrasi SPAM regional, perluasan ribuan kilometer pipa distribusi, subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah, serta penghentian eksploitasi air tanah, Jakarta diharapkan mampu mewujudkan ketahanan air yang berkeadilan dan berkelanjutan bagi seluruh warganya.