PT Garam Percepat Swasembada Garam Nasional Lewat K-SIGN di NTT

Ilustrasi. Foto: PT Garam Percepat Swasembada Garam Nasional Lewat K-SIGN di NTT
Pemerintah bersama PT Garam terus mempercepat langkah menuju swasembada garam nasional melalui pengembangan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT). Program tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat produksi garam industri dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Komitmen tersebut diperkuat melalui penandatanganan kesepakatan bersama antara PT Garam dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Kerja sama itu mencakup pengelolaan kawasan produksi garam modern yang diharapkan mampu meningkatkan kapasitas, kualitas, serta efisiensi produksi garam nasional. Pemerintah menargetkan kawasan tersebut menjadi salah satu pusat produksi terbesar di Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.
Direktur Utama PT Garam Abraham Mose menyatakan perusahaan siap menjalankan peran sebagai operator utama dalam pengembangan K-SIGN. Menurutnya, penerapan teknologi modern menjadi faktor penting untuk menghasilkan garam dengan standar kualitas yang mampu memenuhi kebutuhan industri nasional, yang selama ini masih banyak dipasok dari luar negeri.
Kawasan K-SIGN dibangun dengan pendekatan industri terpadu, mulai dari produksi hingga pengolahan garam. Selain meningkatkan volume produksi, proyek tersebut juga diharapkan mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja, pengembangan ekonomi lokal, dan peningkatan kesejahteraan petambak garam.
Program ini menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam mewujudkan target swasembada garam pada 2027. Pemanfaatan lahan potensial di Rote Ndao dinilai memiliki keunggulan karena kondisi geografis dan kualitas air laut yang mendukung produksi garam industri berstandar tinggi.
Melalui kolaborasi antara pemerintah dan BUMN, pembangunan kawasan garam modern tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan industri nasional. Dengan meningkatnya pasokan garam dari dalam negeri, kebutuhan berbagai sektor industri dapat dipenuhi secara lebih berkelanjutan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor yang selama ini menjadi tantangan bagi industri garam Indonesia.
