Bank Dunia Soroti Penyusutan Kelas Menengah, Pekerja Berkualitas Tinggal 7 Persen

Bank Dunia mengungkap adanya penurunan signifikan jumlah pekerja Indonesia yang masuk kategori kelas menengah berkualitas. Dalam laporan terbarunya, lembaga tersebut menyebut hanya sekitar 7 persen pekerja yang memenuhi indikator pekerjaan kelas menengah.
Angka tersebut menunjukkan penurunan tajam dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Bank Dunia menilai persoalan utama bukan hanya ketersediaan lapangan kerja, melainkan kualitas pekerjaan yang mampu memberikan penghasilan layak, kontrak kerja stabil, dan perlindungan ketenagakerjaan yang memadai.
Dalam kajiannya, Bank Dunia menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya diikuti peningkatan pekerjaan berkualitas. Banyak pekerja masih berada di sektor informal atau pekerjaan dengan produktivitas rendah sehingga sulit naik ke kelompok kelas menengah.
Kelas menengah selama ini dianggap sebagai salah satu penggerak utama konsumsi domestik dan pertumbuhan ekonomi. Karena itu, penyusutan kelompok tersebut dinilai perlu menjadi perhatian dalam penyusunan kebijakan ekonomi dan ketenagakerjaan.
Bank Dunia merekomendasikan peningkatan produktivitas tenaga kerja, penguatan sektor formal, serta perluasan akses terhadap pekerjaan dengan nilai tambah tinggi agar lebih banyak pekerja dapat masuk ke kelompok kelas menengah di masa mendatang.
