BGN Dukung Pengusutan Dugaan Penipuan Proyek Dapur MBG di Lombok, Masyarakat Diminta Waspada

Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan dukungan penuh terhadap proses hukum terkait dugaan penipuan dan penggelapan yang mengatasnamakan pembangunan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Kasus tersebut menjadi perhatian karena diduga memanfaatkan antusiasme masyarakat terhadap program prioritas pemerintah.
BGN menegaskan pihaknya tidak mentoleransi segala bentuk penyalahgunaan program MBG, termasuk praktik yang menjanjikan pembangunan Sarana Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan iming-iming keuntungan tertentu. Lembaga tersebut memastikan akan terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk mendukung pengungkapan kasus yang sedang berjalan.
Dalam beberapa waktu terakhir, muncul sejumlah laporan mengenai dugaan penipuan berkedok pembangunan dapur MBG. Modus yang digunakan umumnya menawarkan kerja sama pembangunan fasilitas pendukung program dengan janji keuntungan besar, namun tanpa dasar legal yang jelas.
BGN mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pihak yang mengklaim dapat mengurus atau menjual titik lokasi SPPG. Seluruh proses yang berkaitan dengan program MBG disebut memiliki mekanisme resmi dan tidak melibatkan praktik transaksi di luar ketentuan pemerintah.
Kasus di Lombok Timur dinilai menjadi pengingat bahwa program berskala nasional berpotensi dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk mencari keuntungan pribadi. Karena itu, pengawasan terhadap pelaksanaan program terus diperkuat guna mencegah munculnya penyimpangan serupa.
Selain mendukung penegakan hukum, BGN juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait prosedur resmi pelaksanaan MBG. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat dapat membedakan informasi yang valid dengan tawaran yang berpotensi merugikan.
Pemerintah berharap proses hukum yang berjalan dapat memberikan efek jera sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap program MBG yang menjadi salah satu agenda strategis peningkatan kualitas gizi nasional.
