Korupsi MBG: Kejagung Periksa Sebelas Saksi 

MBG
MBG
Ilustrasi. Foto: Kejagung Periksa 11 Saksi Kasus Mbg Tenaga Ahli Bgn Hingga Makelar Ompreng

JAKARTA, INFO TERKINI JAKARTA – Langkah tegas kembali diambil oleh aparat penegak hukum dalam mengawal program strategis nasional makan bergizi gratis (MBG). Kejaksaan Agung (Kejagung) secara resmi memeriksa 11 orang saksi yang terdiri dari unsur tenaga ahli Badan Gizi Nasional (BGN) hingga pihak perantara pengadaan yang dikenal sebagai makelar ompreng pada Jumat (4/9/2026) pagi.

Pemeriksaan mendalam ini dilakukan guna menguak dugaan praktik rasuah yang menciderai pelaksanaan program kesejahteraan masyarakat tersebut.

Pendalaman Peran Saksi dan Alur Pengadaan Program

Dalam proses pemeriksaan yang berlangsung secara maraton, tim penyidik mendalami sejauh mana keterlibatan para tenaga ahli BGN serta peran para perantara yang mengatur proyek pengadaan barang penunjang, termasuk wadah makanan atau yang kerap disebut sebagai ompreng. Keterangan para saksi menjadi kunci penting untuk merangkai kronologi penyelewengan anggaran yang diduga melibatkan jaringan pihak swasta dan oknum internal.

Kejaksaan Agung menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas setiap celah korupsi yang mengancam efektivitas program prioritas pemerintah bagi anak-anak sekolah.

Transparansi penyidikan terus dikedepankan demi menjaga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum yang berkeadilan.

“Kejagung memeriksa 11 saksi terkait kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi, mulai dari tenaga ahli BGN hingga makelar ompreng,” tulis laporan media nasional, Jumat (4/9/2026).

Komitmen Pengawalan Program Strategis dan Transparansi Hukum

Kasus penyimpangan dalam program Makan Bergizi (MBG) ini menyita perhatian luas dari berbagai lembaga pengawas dan masyarakat sipil. Pengamat hukum menilai langkah cepat Kejagung memanggil pihak-pihak kunci merupakan sinyal kuat bahwa negara tidak memberi toleransi terhadap praktik korupsi pada anggaran yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

Penyidik membuka peluang untuk menetapkan tersangka baru apabila ditemukan kecukupan alat bukti dari hasil pemeriksaan para saksi hari ini. Pengawasan ketat terhadap distribusi dan pengelolaan anggaran program sosial terus diperketat di berbagai daerah.

Integritas birokrasi adalah benteng utama pencegahan korupsi. Pemeriksaan 11 saksi oleh Kejagung dalam kasus Makan Bergizi pada 4 September 2026 menegaskan keseriusan aparat dalam membersihkan praktik kotor pada program pemerintah. Proses hukum yang transparan diharapkan mampu memberikan efek jera yang nyata.