MLFF Belum Juga Diterapkan, Ini Hambatan Sistem Tol Tanpa Henti di Indonesia

Penerapan sistem pembayaran tol tanpa berhenti atau Multi Lane Free Flow (MLFF) di Indonesia masih menghadapi jalan panjang meski proyek tersebut telah memasuki tahun keenam sejak perjanjian kerja sama diteken pada 2021. Persoalan yang menghambat implementasi bukan hanya menyangkut kesiapan teknologi, tetapi juga model bisnis, regulasi, integrasi sistem, hingga kepentingan badan usaha jalan tol.
Pemerintah kini menyiapkan pengujian ulang secara menyeluruh sebelum MLFF dapat diterapkan lebih luas. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas rekomendasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk memastikan teknologi yang digunakan benar-benar kompatibel dengan ekosistem jalan tol nasional. Uji coba sebelumnya pernah dilakukan di Tol Bali Mandara pada akhir 2023.
Salah satu persoalan utama terletak pada skema pengumpulan pendapatan tol. Badan usaha jalan tol (BUJT) memiliki hak pengumpulan tarif yang selama ini menjadi bagian penting dari struktur bisnis, bahkan dapat berkaitan dengan jaminan pembiayaan kepada perbankan. Rencana pengalihan fungsi pengumpulan pembayaran kepada badan usaha pelaksana MLFF dinilai berpotensi memengaruhi skema pembiayaan tersebut.
Di luar persoalan bisnis, pemerintah juga harus memastikan kesiapan pengguna dan ekosistem pendukung. Implementasi MLFF membutuhkan penyesuaian perilaku masyarakat, literasi digital, kepatuhan pengguna, keamanan data, integrasi pembayaran, serta koordinasi antarlembaga. Seluruh unsur tersebut harus berjalan bersamaan agar transaksi nirsentuh tidak menimbulkan persoalan baru ketika diterapkan secara nasional.
MLFF dirancang menggunakan teknologi yang memungkinkan kendaraan melewati titik transaksi tanpa berhenti di gardu tol. Sistem ini diharapkan mengurangi antrean, memperlancar perjalanan, dan meningkatkan efisiensi pengoperasian jalan tol.
Namun, pemerintah memilih tidak terburu-buru menerapkannya. Pengujian fungsional terus dilakukan terhadap berbagai skenario transaksi sebelum sistem masuk ke tahap uji lapangan. Hasil evaluasi nantinya menjadi dasar untuk menentukan kesiapan implementasi yang lebih luas.
Dengan kompleksitas tersebut, penerapan MLFF tidak hanya bergantung pada keberhasilan teknologi. Kesepakatan model bisnis, kepastian regulasi, kesiapan masyarakat, dan integrasi seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penentu agar sistem tol tanpa berhenti dapat beroperasi secara aman dan berkelanjutan di Indonesia.
