Prabowo Minta Bahlil Percepat Pencarian Energi Alternatif di Tengah Ketidakpastian Global

Presiden Prabowo Subianto meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mempercepat pengembangan sumber energi alternatif sebagai langkah menghadapi situasi geopolitik dunia yang masih bergejolak. Fokus utama diarahkan pada diversifikasi energi agar ketahanan nasional tetap terjaga.
Arahan tersebut muncul di tengah kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global yang dipengaruhi konflik internasional dan ketidakpastian jalur distribusi energi dunia. Pemerintah menilai Indonesia perlu mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi tertentu dengan memperluas pemanfaatan alternatif yang tersedia di dalam negeri.
Bahlil mengungkapkan salah satu opsi yang sedang didorong adalah peningkatan penggunaan gas sebagai substitusi energi konvensional. Langkah ini dinilai dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi risiko gejolak harga akibat faktor eksternal.
Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah memang menempatkan isu ketahanan energi sebagai salah satu prioritas strategis. Selain mendorong hilirisasi, pemerintah juga mempercepat pengembangan energi baru dan terbarukan untuk memperkuat kemandirian energi nasional.
Pemerintah berharap diversifikasi energi dapat menjadi bantalan ketika terjadi gangguan pasokan global. Dengan sumber energi yang lebih beragam, Indonesia dinilai akan lebih siap menghadapi tekanan ekonomi maupun geopolitik yang sewaktu-waktu dapat memengaruhi pasar energi dunia.
