Amran Ungkap Beras Rusak 3.619 Ton, Hanya 0,06 Persen dari Total Cadangan Nasional

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan jumlah beras yang mengalami kerusakan di gudang pemerintah mencapai 3.619 ton. Meski demikian, angka tersebut disebut hanya sekitar 0,06 persen dari total stok beras nasional yang saat ini tersimpan di berbagai fasilitas penyimpanan.
Pernyataan itu disampaikan sebagai respons atas perhatian publik terhadap kondisi cadangan beras pemerintah. Menurut Amran, jumlah beras yang rusak masih berada dalam batas yang sangat kecil jika dibandingkan keseluruhan stok yang dikelola.
Ia menjelaskan bahwa penyimpanan komoditas pangan dalam jumlah besar selalu memiliki risiko penyusutan maupun kerusakan akibat berbagai faktor, termasuk umur simpan, kondisi lingkungan, serta proses distribusi. Karena itu pemerintah secara berkala melakukan evaluasi terhadap kualitas stok yang tersedia.
Kementerian Pertanian bersama instansi terkait terus melakukan pengawasan terhadap sistem penyimpanan beras untuk menjaga kualitas cadangan pangan nasional. Langkah tersebut dinilai penting mengingat beras merupakan komoditas strategis yang berpengaruh terhadap stabilitas harga dan ketahanan pangan.
Amran menegaskan bahwa kondisi beras rusak tidak memengaruhi kecukupan stok nasional. Pemerintah memastikan cadangan yang tersedia tetap mampu memenuhi kebutuhan masyarakat serta mendukung program stabilisasi harga apabila diperlukan.
Di tengah upaya menjaga ketahanan pangan, pemerintah juga terus mendorong peningkatan produksi domestik melalui berbagai program intensifikasi dan modernisasi pertanian. Dengan produksi yang kuat dan cadangan yang memadai, pemerintah optimistis stabilitas pasokan beras dapat terjaga.
Data mengenai beras rusak tersebut sekaligus menjadi bagian dari evaluasi rutin untuk meningkatkan tata kelola penyimpanan pangan nasional agar lebih efisien dan minim risiko kehilangan kualitas produk.
