China dan Amerika Serikat Dominasi Tujuan Ekspor RI, Batu Bara hingga CPO Jadi Andalan

China dan Amerika Serikat masih menjadi dua negara tujuan ekspor terbesar Indonesia sepanjang awal 2026. Kedua negara tersebut menyerap berbagai komoditas unggulan nasional yang berkontribusi besar terhadap penerimaan devisa negara.
Data perdagangan menunjukkan ekspor Indonesia ke China didominasi komoditas seperti batu bara, nikel, besi dan baja, serta berbagai produk mineral lainnya. Sementara pasar Amerika Serikat banyak menyerap produk manufaktur, tekstil, alas kaki, elektronik, dan produk berbasis sumber daya alam.
Posisi China sebagai mitra dagang utama Indonesia telah berlangsung selama bertahun-tahun. Besarnya kebutuhan industri Negeri Tirai Bambu terhadap bahan baku dan energi membuat permintaan terhadap komoditas Indonesia tetap tinggi.
Di sisi lain, Amerika Serikat tetap menjadi pasar strategis bagi produk manufaktur Indonesia. Permintaan yang stabil dari pasar AS membantu menjaga kinerja ekspor nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Pemerintah terus mendorong diversifikasi pasar ekspor agar ketergantungan terhadap negara tertentu dapat dikurangi. Sejumlah kawasan seperti Timur Tengah, Afrika, Asia Selatan, dan Amerika Latin mulai diproyeksikan sebagai pasar potensial untuk memperluas jangkauan produk Indonesia.
Meski demikian, China dan Amerika Serikat diperkirakan masih akan menjadi penggerak utama ekspor Indonesia dalam beberapa tahun ke depan karena besarnya volume perdagangan yang telah terjalin antara kedua negara dengan Indonesia.
