
JAKARTA, INFO TERKINI JAKARTA -Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa inti kemerdekaan sejati bukan hanya sekadar melakukan ritual tahunan seperti berkibar bendera Merah Putih atau mengucapkan kata “merdeka”, melainkan berupa tanggung jawab moral untuk menciptakan keadilan sosial dan memastikan kedaulatan rakyat secara penuh. Pesan kebangsaan tersebut disampaikan oleh Megawati saat memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Sekolah Partai PDI Perjuangan, Lokasi Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada hari Senin tanggal 17 Agustus 2026.
Di hadapan para pemimpin DPP, kader, dan tim satuan tugas partai, mantan presiden kelima Republik Indonesia tersebut mengingatkan bahwa proklamasi 17 Agustus 1945 merupakan jembatan emas menuju terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur. Megawati menekankan pentingnya mempertahankan semangat konstitusi serta mensejahterakan rakyat dengan menghilangkan kemiskinan dan ketidakadilan dalam sistem hukum. Peringatan kemerdekaan seharusnya menjadi kesempatan bagi seluruh pihak yang menjalankan pemerintahan dan kekuatan politik untuk meninjau kembali secara jujur tujuan awal para pendiri negara.
Esensi Kemerdekaan dan Cita-Cita Para Pendiri Bangsa
Megawati menggarisbawahi bahwa kemerdekaan Indonesia diraih melalui tetesan darah dan pengorbanan jiwa raga para pahlawan bangsa. Oleh karena itu, peringatan hari kemerdekaan tidak boleh direduksi menjadi kegiatan seremonial tanpa penghayatan nilai-nilai perjuangan substantif.
Ia mengingatkan kembali ajaran Bung Karno mengenai pentingnya prinsip Trisakti: berdaulat dalam bidang politik, berdikari dalam bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Tanpa implementasi nilai-nilai tersebut, kemerdekaan hanya akan dinikmati oleh segelintir elite sementara rakyat banyak tetap berada dalam kesulitan.
Megawati mengajak segenap elemen bangsa untuk senantiasa menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun golongan dalam setiap langkah perumusan kebijakan publik.
Pembelaan Terhadap Rakyat Kecil dan Keadilan Sosial
Dalam amanatnya, Megawati menegaskan bahwa tolok ukur keberhasilan kemerdekaan yang sesungguhnya adalah ketika kaum wong cilik merasakan perlindungan negara, akses pendidikan bermutu, jaminan layanan kesehatan merata, dan kehidupan yang layak.
Pemberantasan kemiskinan serta penjaminan hak atas tanah dan pekerjaan dinilai sebagai wujud nyata pengisian kemerdekaan. Megawati menginstruksikan seluruh kader partai, baik yang bertugas di ranah legislatif maupun eksekutif daerah, untuk selalu hadir dan mendengarkan keluh kesah masyarakat bawah.
Keberpihakan nyata kepada rakyat kecil disebut sebagai pilar utama pembuktian bahwa cita-cita proklamasi terus dirawat dan dijalankan secara konsisten.
Penegakan Demokrasi, Hukum, dan Supremasi Konstitusi
Megawati turut menyoroti pentingnya menjaga integritas sistem demokrasi dan supremasi hukum di Indonesia. Ia mengingatkan bahwa konstitusi UUD 1945 merupakan pedoman moral dan hukum tertinggi yang tidak boleh dimanipulasi demi kepentingan kekuasaan semata.
Penegakan hukum yang adil, transparan, dan tidak tebang pilih dipandang sebagai syarat mutlak bagi terciptanya rasa aman dan keadilan di tengah masyarakat. Megawati memperingatkan agar seluruh pemangku kekuasaan menjauhkan diri dari praktik-praktik yang berpotensi mencederai etika kehidupan berbangsa dan bernegara.
Demokrasi yang sehat, menurutnya, menuntut adanya ruang kebebasan sipil, keterbukaan pengawasan publik, serta penghormatan penuh terhadap hak-hak asasi manusia.
Soliditas Kader dan Peran Pengawalan Kebangsaan
Kepada seluruh jajaran kader partai, Megawati berpesan agar tetap memegang teguh kedisiplinan ideologi dan konsistensi sikap politik dalam mengawal perjalanan bangsa. Partai politik ditegaskan harus menjadi alat perjuangan rakyat, bukan sekadar instrumen taktis kekuasaan.
Upacara peringatan kemerdekaan di Lenteng Agung ini berlangsung tertib dan khidmat dengan melibatkan perwakilan kader dari berbagai tingkatan kepengurusan.
Megawati menutup amanatnya dengan seruan optimisme bahwa dengan persatuan dan kerja keras, bangsa Indonesia memiliki kekuatan historis yang kukuh untuk melangkah maju menjadi bangsa yang mandiri, berdaulat, dan berkeadilan sosial.
Pidato kebangsaan Megawati Soekarnoputri pada peringatan HUT ke-81 RI menjadi pengingat penting mengenai hakikat sejati kemerdekaan Indonesia. Melalui penegasan bahwa kemerdekaan melampaui seremoni kibar bendera dan pekik semata, segenap komponen bangsa diajak untuk terus berikhtiar menghadirkan keadilan sosial, merawat supremasi konstitusi, serta memperjuangkan kesejahteraan rakyat secara berkesinambungan.
