
Pemerintah Indonesia tengah menjajaki sumber pembiayaan baru melalui instrumen berdenominasi yuan atau mata uang China. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dijadwalkan melakukan kunjungan ke China guna membahas rencana pendanaan tersebut sebagai bagian dari strategi diversifikasi pembiayaan negara.
Langkah ini dilakukan di tengah upaya pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat dalam berbagai transaksi dan instrumen pembiayaan. Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah penerbitan surat utang dalam denominasi yuan yang dikenal sebagai Panda Bond.
Menurut Purbaya, diversifikasi sumber pendanaan penting dilakukan untuk memperkuat ketahanan fiskal dan memberikan fleksibilitas lebih besar dalam pengelolaan utang negara. Selain itu, penggunaan mata uang alternatif dinilai dapat membantu mengurangi risiko yang muncul akibat fluktuasi dolar AS.
China saat ini menjadi salah satu mitra ekonomi utama Indonesia, baik dalam perdagangan maupun investasi. Karena itu, kerja sama pembiayaan dengan pasar keuangan China dinilai memiliki potensi yang cukup besar.
Meski demikian, pemerintah menegaskan setiap langkah pembiayaan tetap akan mempertimbangkan aspek biaya, risiko, dan kondisi pasar global agar tidak menimbulkan tekanan terhadap keuangan negara di masa mendatang.
